Novelty ThemeJournal of Midwifery and Health Science of Sultan Agung
https://jmhsa.id/index.php/jmhsa
JMHSA: Journal of Midwifery and Health Science of Sultan AgungSultan Agung Islamic University of Semarangen-USJournal of Midwifery and Health Science of Sultan Agung 2809-6541<p><a href="http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/" rel="license"><img src="https://i.creativecommons.org/l/by-nc/4.0/88x31.png" alt="Creative Commons License" /></a></p> <p><strong>JMHSA : Journal of Midwifery and Health Science of Sultan Agung</strong> is licensed under a <a href="http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/" rel="license">Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License</a>.</p>Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Ketuban Pecah Dini pada Ibu Bersalin di Puskesmas Kedung 1
https://jmhsa.id/index.php/jmhsa/article/view/76
<p>Background: Premature rupture of membranes (PROM) is when the membranes rupture before labor and after waiting for one hour there are no signs of labor. Full-term or pre-term pregnancy can cause premature rupture of membranes, which increases the risk to the mother and fetus. In this study, factors that influence the possibility of premature rupture of membranes in pregnant women are discussed. such as parity, occupation, Smoking activity,</p> <p>Objective: To decide the components that impact the event of untimely crack of films in moms giving birth at the Kedung 1 Wellbeing Center</p> <p>Method: This study is a type of correlational research, namely examining the relationship between variables. With a sample size of 60 respondents, using a checklist filled in using Secondary data in this study were obtained by taking data on mothers giving birth with or without PROM accompanied by occupation, parity and family members who smoke. Analysis using the rho sperm test.</p> <p>Results: The results of the study showed that occupation obtained p rate 0.604, for parity obtained p rate 0.000 and for smoking activity p rate 0.000. Of the three results above, figure the impact the event of untimely crack of films in ladies giving birth at the Kedung 1 Community Helth Center include parity and smoking habits</p>Neneng AnisaAna Zumrotun NisakNor Asiyah
Copyright (c) 2026 Neneng Anisa, Ana Zumrotun Nisak, Nor Asiyah
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-02-102026-02-10514149Pengaruh Pijat Medic Pediatric sebagai Terapi Konstipasi pada Bayi 6-12 Bulan di PMB Handayani Tahunan
https://jmhsa.id/index.php/jmhsa/article/view/77
<p>Constipation in babies is a common condition that can be caused by various factors, including diet, lack of fluid intake, and the introduction of solid foods too early. Baby massage as touch therapy has many positive benefits that can support babies and their development and can be a complementary therapy for babies with constipation. Based on the results of a preliminary study conducted by researchers at the 2024 Annual PMB Handayani inJanuary–August 2024 it was found that 85 respondents experienced constipation. Researchers took 10 respondents, of the 10 respondents were given Medic Pediatric Massage therapy the 8 respondents have reduce constipation. Thus, researchers are interested in conducting research on the Effect of Pediatric Medic Massage as Constipation Therapy in Babies 6-12 Months at the Annual PMB Handayani. The aim of the research is to determine the effect of pediatric medical massage as constipation therapy in babies 6-12 months old at the annual PMB Handayani. Method: The research location was carried out at PMB Handayani Tahunan. The research was carried out using a purposive sampling method, obtaining a sample of 36 respondents according to the inclusion and exclusion criteria. Univariate data analysis using descriptive statistics and bivariate analysis using the SPSS Wilcoxon test. The research results showed that most of the respondents who experienced constipation were female (66.7%), the majority of respondents were 7 months old (30.6%), and the majority were still given soft porridge MPASI, namely 55.6% of babies. Before medical massage was carried out to treat constipation, 36 respondents (100%) all experienced prolonged defecation or more than two days.</p> <p>The results of the Wilcoxon test on the effect of medical massage as constipation therapy on babies aged 6-12 months obtained a p value of 0.0001, this value is less than 0.05, so it can be concluded that there is an effect of medical massage as constipation therapy on babies aged 6-12 months.</p>Siti MasudahIndah RisnawatiAtun Wigati
Copyright (c) 2026 Siti Masudah, Indah Risnawati, Atun Wigati
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-02-102026-02-10515055Hubungan Pola Kebiasaan Konsumsi Ibu Hamil dengan Kejadian KEK di Puskesmas Boja I
https://jmhsa.id/index.php/jmhsa/article/view/111
<p><strong>Latar belakang : </strong>Periode 1000 hari pertama kehidupan manusia (HPK) yang terdiri dari 270 hari selama kehamilan merupakan hal yang sangat penting, kurangnya asupan gizi pada ibu hamil selama masa kehamilan berisiko menderita KEK yang menjadi salah satu penyebab stunting pada balita. <strong>Tujuan :</strong> mengetahui hubungan pola kebiasaan konsumsi ibu hamil dengan kejadian kurang energi kronis di Puskesmas Boja I. <strong>Metode</strong> : penelitian menggunakan desain <em>cross sectional </em>dengan pendekatan uji korelatif, populasinya seluruh Ibu hamil pada bulan Januari- Mei 2025 (N=1.560). Jumlah sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan teknik <em>purposive sampling</em> sejumlah 78. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji <em>uji spearman rank (p- value=<0,05). </em><strong>Hasil :</strong> penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil memiliki kategori usia 20-35 tahun sebanyak (88.5%), Pendidikan SMA/SMK (pendidikan menengah) (84.6%), kebiasaan konsumsi <em>junk food</em> sebagian besar kategori jarang (97,4%), Pola konsumsi kategori cukup yaitu 80.8%, Kejadian kekurangan energi kronik (KEK) pada kategori tidak KEK sebanyak 52.0%, uji statistik korelasi <em>rank spearman </em>menunjukkan bahwa <em>p-value </em>sebesar 0.025 kurang dari 0,050, sehingga dapat dikatakan bahwa ada korelasi atau hubungan yang bermakna antara hubungan pola kebiasaan konsumsi pada ibu hamil dan kejadian kurang energi kronik (KEK) pada ibu hamil di Puskesmas Boja I.</p>Aziyati Sabiqo KiyasatinaMuliatul JannahArum Meiranny
Copyright (c) 2026 Aziyati Sabiqo Kiyasatina, Muliatul Jannah, Arum Meiranny
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-02-102026-02-105110.30659/jmhsa.v5i1.111Hubungan Kurang Energi Kronis (KEK) pada Masa Kehamilan Dengan Kejadian Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR)
https://jmhsa.id/index.php/jmhsa/article/view/84
<p>Di Indonesia, Angka Kematian Ibu (AKI) masih cukup tinggi. Kekurangan energi dalam jangka waktu lama menjadi salah satu penyebab kematian ibu (KEK). Wanita KEK hamil jika lingkar lengan atas (LiLA) kurang dari 23,5 cm. Wanita hamil dan menderita KEK lebih besar kemungkinannya untuk melahirkan bayi dengan berat badan sangat rendah (BBLR). Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di Puskesmas Mangunsari dan laporan Pemantauan Kesehatan Masyarakat (PWS) Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) terdapat 125 kasus KEK di Puskesmas Mangusari selama tiga tahun dari tahun 2022 hingga 2024. KEK pada tahun 2022 sebanyak 35 kasus, tahun 2023 sebanyak 46 kasus dan tahun 2024 sebanyak 44 kasus. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain <em>cross sectional</em>. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil dengan KEK dan bayi baru lahir dengan BBLR yang tercatat dalam rekam medis Puskesmas Mangunsari pada bulan Mei 2024 sebanyak 64 responden. Teknik sampling menggunakan total sampling. Analisis data menggunakan uji statistik <em>Chi-Square</em>. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa dari 64 responden di Puskesmas Mangunsari mayoritas memiliki karakteristik usia 20–35 tahun (84,3%), multipara (62,5%) dan kadar Hb >11 gr/dL (70,3%). Berdasarkan hasil uji statistik <em>Chi-Square</em> diperoleh nilai <em>p-value</em> antara KEK dengan kejadian BBLR sebesar 0,008<0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kekurangan energi kronis (KEK) pada masa kehamilan dengan kejadian berat bayi lahir rendah (BBLR).</p>Widya Nita SuprabawatiEndang SusilowatiArum Meiranny
Copyright (c) 2026 Widya Nita Suprabawati, Endang Susilowati
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-02-102026-02-10516473Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Media Audio Visual terhadap Pengetahuan Remaja Putri tentang Anemia di Madrasah Aliyah NU 04 Al-Ma’arif Boja
https://jmhsa.id/index.php/jmhsa/article/view/91
<p>Anemia merupakan masalah kesehatan global yang mempengaruhi jutaan remaja, terutama remaja putri. Prevalensi anemia pada remaja Indonesia mencapai 32%, dengan Jawa Tengah menunjukkan angka yang lebih tinggi yaitu 57,7%. Pendidikan kesehatan dengan media audio visual dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang anemia. Tujuan penelitian menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan melalui media audio visual terhadap pengetahuan remaja putri tentang anemia di Madrasah Aliyah NU 04 AL-MA'ARIF Boja. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel penelitian adalah 50 remaja putri kelas X Madrasah Aliyah NU 04 Al Ma’Arif Boja dengan menggunakan teknik random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang telah dilakukan uji validitas dan uji reabilitas. Instrumen yang lain yaitu dengan media audio visual berdurasi 7 menit. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Penelitian dilakukan setelah mendapat izin Komisi Etik dari Komisi Bioetika Penelitian Kedokteran / Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang. Hasil penelitian Sebelum intervensi, mayoritas responden memiliki pengetahuan kurang (50%) dan sedang (46%). Setelah intervensi, terjadi peningkatan signifikan dengan 56% responden memiliki pengetahuan tinggi dan 44% pengetahuan sedang, terdapat perbedaan signifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah pemberian pendidikan Kesehatan dengan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05). Pendidikan kesehatan dengan media audio visual efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang anemia di Madrasah Aliyah NU 04 AL-MA'ARIF Boja.</p>Kokom KomalasariEmi SutrisminahCatur Leny Wulandari
Copyright (c) 2026 Kokom Komalasari, Emi Sutrisminah, Catur Leny Wulandari
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-02-102026-02-1051Ultrasonographic Features of Hydatidiform Mole in a 35-Year-Old Woman Treated with Methotrexate: Imaging Findings and Drug-Induced Cutaneous Manifestations
https://jmhsa.id/index.php/jmhsa/article/view/149
<p>Hydatidiform mole is a form of gestational trophoblastic disease (GTD) characterized by abnormal proliferation of trophoblastic tissue. It commonly presents with excessive uterine enlargement in early pregnancy and markedly elevated β-hCG levels. The spectrum of GTD comprises several pathologic entities, that originate from abnormal fertilization that leads to a proliferative process with similarities to the normal trophoblast. These entities include complete and partial hydatidiform moles, which constitutes more than 80% of cases; an invasive mole, which refers to persistent local disease after treatment; and choriocarcinoma, which constitutes 1% to 2% of cases. Early diagnosis and prompt management are crucial to prevent complications. This report describes a case of complete hydatidiform mole in a 35-years-old, in which diagnosis was primarily established through characteristic imaging findings, particularly on pelvic ultrasonography. The patient subsequently underwent methotrexate chemotherapy, with imaging also contributing to treatment monitoring and follow-up assessment. In addition, this report highlights the adverse effects of methotrexate, with particular emphasis on cutaneous manifestations.</p>Dria Anggraeny Sutikno
Copyright (c) 2026 Dria Anggraeny Sutikno
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-02-102026-02-1051116Metode Pengobatan Herbal untuk Penanganan Anemia pada Ibu Hamil
https://jmhsa.id/index.php/jmhsa/article/view/81
<p>Anemia pada kehamilan adalah suatu keadaan kadar hemoglobin ibu hamil di bawah 11 g/dl. ibu hamil merupakan masalah kesehatan yang umum dan dapat berdampak negatif pada kesehatan ibu dan janin. Pengobatan herbal menjadi alternatif yang menarik untuk meningkatkan kadar hemoglobin dan mengatasi anemia. Literatur ini mengkaji berbagai metode pengobatan herbal yang dapat digunakan untuk penanganan anemia pada ibu hamil. Beberapa bahan herbal yang diidentifikasi meliputi daun kelor (<em>Moringa oleifera</em>), yang kaya akan zat besi dan nutrisi lainnya, serta jintan hitam (<em>Nigella sativa</em>) yang memiliki sifat anti-inflamasi dan dapat meningkatkan penyerapan zat besi. Selain itu, konsumsi makanan kaya zat besi seperti daging merah, sayuran hijau, dan buah-buahan kering seperti kurma dan kismis juga dianjurkan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan herbal dapat menjadi pelengkap yang efektif dalam pengelolaan anemia pada ibu hamil, meskipun perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya. Pengetahuan tentang pengobatan herbal ini penting untuk meningkatkan kesadaran dan memberikan pilihan alternatif bagi ibu hamil dalam mengatasi anemia.</p> <p> </p>Anggie DiniayuningrumArum MeirannyDifa RisanaMachfudloh
Copyright (c) 2026 Anggie Diniayuningrum, Arum Meiranny, Difa Risana, Machfudloh
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-02-102026-02-10511727Upaya Pencegahan Keputihan Pada Remaja: Literature Review
https://jmhsa.id/index.php/jmhsa/article/view/83
<p>Keputihan yaitu cairan yang keluar dari genetalia yang kecuali darah, terdapat baunya bisa juga tidak ada baunya dan disertai dengan rasa gatal pada area genetalia. Penyebab keputihan yang dialami remaja putri bisa disebabkan tingkah laku remaja yang kurang terhadap pencegahan keputihan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui upaya pencegahan keputihan pada remaja. Metode penelitian: studi literatur digunakan pada penelitian ini. Pencarian artikel memakai data pada Google Scholar dan PubMed berdasarkan dari tahun 2019 sampai tahun 2024 sehingga didapatkan 10 artikel tentang informasi tentang upaya pencegahan pada remaja yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil Penelitian dari review menunjukkan upaya pencegahan keputihan pada remaja yaitu pentingnya pemahaman serta pengetahuan remaja tentang keputihan, perilaku dan sikap remaja seperti personal hygyne dan cara mengatasi keputihan dengan non farmakologi. Pentingnya tenaga kesehatan untuk memberikan edukasi kepada remaja, keluarga dan masyarakat tentang pencegahan keputihan pada remaja.</p> <p> </p>Nelly ZulfaraniAlfiah Rahmawati
Copyright (c) 2026 Nelly Zulfarani, Alfiah Rahmawati
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-02-112026-02-1151